Inilah 5 Alasan Mengapa Banyak Trader Gagal Dalam Menerapkan Scalping

alasan trader gagal

Panduanscalping.com – Scalping merupakan salah satu teknik tersulit dalam trading, tak heran jika lebih banyak trader yang gagal dari pada trader yang berhasil dalam menerapkan teknik jenis ini. Banyak faktor yang melatar-belakangi kegagalan tersebut, dan berikut ini adalah 5 faktor penyebab trader gagal dalam menerapkan teknik scalping.

ALASAN MENGAPA TRADER GAGAL DALAM SCALPING


1. MENGIKUTI PERSPEKTIF ORANG LAIN

mendengar orang saran lain

Kesuksesan akan sulit kita raih jika kita tidak memiliki pendirian. Kita akan lebih mudah terpengaruh oleh saran orang lain, meskipun terkadang saran tersebut tidak benar. Hal seperti ini berbahaya.

Mengapa berbahaya?

Dengan tidak memiliki pendirian, kita akan mudah di dipengaruhi oleh orang lain. Kita menjadi tidak bisa terbuka dalam menerima hal hal baru, meskipun itu benar. Yang lebih parah lagi, tidak menutup kemungkinan bahwa kita akan dikontrol oleh orang lain.

Jika anda perhatikan, banyak sekali trader trader yang meng-claim dirinya sebagai master, sering memberitahu anda bahwa scalping itu tidak bagus, scalping itu berbahaya, dan bla bla bla....

Sehingga anda pun mengikuti apa yang dikatakan oleh orang yang anda anggap sebagai master tersebut, dan anda memutuskan untuk tidak mencobanya sama sekali.

Padahal faktanya, banyak scalper yang bisa menghasilkan, bahkan beberapa diantaranya bisa menghasilka profit yang gila – gilaan.

Salah satu contoh scalper yang sukses ialah ‘Pak. Indra’. Anda dapat cek profilnya DISINI. Di akun facebooknya beliau sering menunjukkan akun live nya. Dan semua itu full dilakukan menggunakan teknik scalping.

Sekali lagi, dengan mengikuti perspektif orang lain, akan membuat anda sulit untuk berkembang. Jadi, apabila anda mendapat saran atau masukan dari orang lain, sebaiknya tidak anda telan mentah mentah begitu saja.

Anda harus cek terlebih dahulu tentang kebenarannya. Anda harus lebih kritis dalam menerima informasi.

2. TIDAK FOKUS

tidak fokus trading

Di awal awal mengenal trading, saya sangat antusias sekali dalam belajar. Saya juga aktif bergabung dalam komunitas dan forum forum trading online. Dari hal inilah saya bisa mendapatkan wawasan yang sangat luas tentang trading forex.

Namun saya dapat mengambil kesimpulan bahwa terlalu aktif di komunitas atau forum sebenarnya kurang bagus.

Mengapa?

Karena akan membuat kita TIDAK FOKUS.

Lho, Mas Kurniawan, apa hubungannya bergabung di komunitas dengan tidak fokus? Maksutnya bagaimana?

Begini.. Pernahkah anda bergabung di sebuah komunitas atau forum trading online? Jika iya, anda pasti juga pernah melihat member - member komunitas tersebut yang mengupload hasil trading nya.

Nah hal inilah yang akan membuat anda tidak fokus. Anda akan mencoba mencari tahu teknik apa yang digunakan oleh trader tersebut. Sehingga andapun ikut – ikutan mencobanya. Dan ternyata setelah mencobanya, anda tidak bisa menghasilkan. Sehingga andapun mencoba mencari strategi yang lain. Begitu seterusnya.

Sehingga waktu anda akan anda habiskan untuk mencari strategi trading. Hingga pada akhirnya anda sadar bahwa anda tidak memiliki satu strategi trading pun yang anda kuasai dengan baik.

Jadi, mulai saat ini fokuslah hanya pada satu teknik saja. Jika anda ingin sukses menjadi scalper, anda harus fokus mempelajari scalping yang mendalam. Dengan begitu, aktifitas anda otomatis akan sepenuhnya fokus mencari tahu hal hal yang berkaitan dengan scalping.

3. TIDAK PERCAYA DIRI

kurang percaya diri

Sukses juga sangat sulit bisa diraih tanpa adanya rasa percaya diri dalam diri anda. Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat rasa percaya diri seseorang. Faktor yang paling berpengaruh terhadap rasa percaya diri anda ialah ‘Bukti Konkrit’.

Percaya atau tidak, rasa percaya diri anda akan meningkat jika anda dapat melihat sebuah bukti, betul?

Contohnya begini..

Jika selama ini anda kurang percaya diri bahwa anda bisa sukses sebagai scalper, itu karena anda belum menemui adanya scalper yang sukses. Padahal banyak sekali trader tipe scalper yang sukses di Trading Forex.

Saya sendiri adalah trader scalper. Saya tidak pernah meng-claim bahwa diri saya sukses, namun setidaknya saya bisa menjadi full-time trader dengan menerapkan teknik scalping.

Faktor yang kedua yaitu, anda tidak percaya diri karena anda belum merasakan sendiri. Saya sampai saat ini tetap konsisten menggunakan teknik scalping karena saya telah merasakan sendiri bahwa saya bisa menghasilkan profit dengan scalping, sehingga saya memiliki rasa kepercayaan diri untuk terus menggunakannya.

Nah, bagaimana dengan anda?

Mulai saat ini, CIPTAKAN bukti untuk anda sendiri, sehingga anda pun akan memiliki kepercayaan diri yang bagus.

4. RISET YANG KURANG MENDALAM

riset tidak mendalam

Seorang ilmuwan bernama Albert Einstein pernah berkata “It’s not that I’m so smart, I just stay with the problem longer” (Aku tidak pintar, aku hanya mempelajari sebuah masalah lebih lama).

Artinya apa?

Untuk bisa ahli dalam suatu bidang, kita tidak harus memiliki IQ yang tinggi, kita tidak harus pintar. Namun kita hanya perlu meluangkan waktu lebih lama untuk melakukan riset dan mempelajarinya. Hal ini juga berlaku dalam dunia trading.

Sekali lagi saya tekankan, Trading itu 20% pengetahuan, dan 30% sisanya adalah skill. Jadi untuk bisa menjadi trader yang sukses, membaca buku saja tidak cukup, anda harus benar benar terjun langsung alias praktek.

Nah, jika sejauh ini anda masih belum bisa sukses di trading, berarti anda masih kurang dalam hal praktek. Yang perlu anda lakukan ialah... Tentukan SATU strategi scalping, pelajari kelemahannya, lakukan improvisasi, hingga anda menemukan set-up terbaik dari strategi tersebut.

Ya cukup itu saja.

Mas Kurniawan, saya sudah praktek tiap hari, tapi masih belum bisa sukses, kira – kira apa yang salah?

Saya sangat sering mendapatkan pertanyaan seperti itu.

Begini teman – teman, praktek yang saya maksud bukanlah asal praktek saja, namun harus terarah.

Saya berikan ilustrasi begini...

Ketika ada seseorang yang datang dan bertanya kepada anda, “Bagaimana caranya untuk bisa menjadi seorang ahli komputer?”, jawaban apa yang akan anda berikan terhadap orang tersebut? Tentu anda tidak bisa menjawabnya dengan...“Ya Belajar” atau “Ya Praktek”.

Komputer itu luas, ada software, ada hardware, ada jaringan, ada programming, dll. Nah anda ingin belajar yang mana?

Sama hal nya dengan trading forex, anda harus bisa mengklasifikasikan diri anda. Apakah anda ingin menguasai scalping? apakah anda ingin menjadi trader intraday? Apakah anda ingin menjadi trader longterm / swinger? Apakah anda ingin menjadi trader fundamentalis? Dst.

Masing masing klasifikasi diatas tentu akan membutuhkan praktek yang berbeda beda. Jika anda ingin menguasai teknik scalping, anda harus praktek scalping. Jika anda ingin menjadi trader fundamentalis, anda harus praktek tentang fundamental. Begitu juga dengan yang lainnya.

5. TIDAK PAHAM MONEY MANAGEMENT (MM)

tidak paham money management

Dan alasan terakhir mengapa banyak trader yang kesulitan menerapkan teknik scalping ialah kurangnya pemahaman mengenai ‘Money Management’.

Saya sudah berulang kali mengatakan bahwa memahami money management itu WAJIB. Tidak mungkin anda bisa sukses di trading apabila anda tidak paham tentang MM.

Saya tidak akan membahas soal Money Management di artikel ini, selain karena akan sangat panjang, MM merupakan sebuah topik tersendiri yang akan saya bahas di artikel yang lain.

Dengan menguasai MM, anda dapat dengan mudah menentukan berapa jumlah lot yang aman sesuai dengan balance anda, berapa maksimal OP yang dapat anda lakukan bertransaksi, dsb.

Saya terkadang heran kepada teman – teman trader, yang mana dalam sekali transaksi, minus nya bisa mencapai 50% lebih dari total modal yang dimiliki. Ini merupakan pertanda bahwa ia tidak paham soal MM, dan tentu sangat berbahaya untuk kelangsungan dan keamanan modal yang dimilikinya.

Semua peserta yang mengikuti pelatihan saya, saya wajibkan untuk menguasai Money Management terlebih dahaulu, sebelum mempelajari soal strategi.

Karena saya tahu bahwa mengabaikan pemahaman soal MM adalah kesalahan yang sangat fatal.

Baik teman – teman scalper, itulah 5 alasan mengapa banyak trader yang gagal dalam menerapkan teknik scalping. Jadi, jika anda yang ingin menjadi scalper yang sukses, anda harus membenahi kelima faktor tersebut, bagaimanapun caranya!

Baca juga: 5 Nasehat Bijak Trader TOP Dunia Untuk Kesuksesan Trading Anda

Salam Profit Konsisten 😊

Kurniawan Trader

Saya adalah Full-Time Trader. Saya telah menggeluti Trading Forex lebih dari 4 tahun. Saat ini saya menggunakan teknik Scalping sebagai metode trading saya.

Tulis pertanyaan / kritik / saran anda disini..
EmoticonEmoticon