Cara Menggunakan Fibonacci Sebagai Penentu Open Posisi

fibonacci trading forex

Panduanscalping.com - Di artikel sebelumnya saya telah mengulas tentang Apa itu Fibonacci dan bagaimana perhitungan dasarnya. Sebelum melanjutkan membaca artikel ini, pastikan anda sudah mempelajari basic nya terlebih dahulu. Jika belum sempat, anda dapat membacanya DISINI.

Satu hal penting yang harus anda ketahui yaitu, Fibonacci adalah tool yang dapat berfungsi dengan baik ketika analisa Anda SEARAH dengan Trend.

Dengan kata lain, Fibonacci ini pada dasarnya memang lebih banyak digunakan oleh Trader bertipe Trend-Follower.

OP Buy dilakukan di level support Fibonacci ketika pasar sedang up-trend, dan OP SELL dilakukan di level resistance Fibonacci pada saat down-trend.

Level retracement pada Fibonacci dianggap sebagai indikator teknis prediktif, karena tool tersebut berfungsi untuk mengidentifikasi kemana arah harga kedepannya.

Sederhananya begini, setelah harga memulai arah tren baru, harga akan berbalik arah sepenuhnya / sebagian ke tingkat harga sebelumnya sebelum melanjutkan ke arah trennya.

MENENTUKAN LEVEL LEVEL PADA FIBONACCI RETRACEMENT


Untuk menentukan level level pada Fibonacci dengan benar, pertama - tama Anda harus mencari high dan low terbaru.

Pada Trend turun, klik puncak high kemudian drag cursor mouse Anda ke titik terendah dari Low terbaru.

Sebaliknya, untuk Trend naik, klik titik terendah dari wave low kemudian drag cursor ke puncak high terbaru.

Dari sini paham ya..?

Silahkan anda perhatikan contoh penggunaan Fibonacci Retracement dalam chart berikut ini.

CONTOH PADA KONDISI UPTREND
uptrend

Dari gambar diatas, garis Fibonacci ditarik dimulai dari titik terendah wave low, kemudian ditarik ke puncak wave high.

Dan ajaibnya, tool tersebut akan menghitung dengan sendirinya dimana letak level level krusial yang dapat Anda gunakan sebagai penentuk Open Posisi.

Level level krusial pada Fibonacci tersebut ditampilkan dengan angka yang berupa persentase, yaitu 23.6%, 38.2%, 50.0%, 61.8%, dan 76.4%.

Pada contoh kasus chart AUD/USD diatas, harga telah menembus (break) salah satu level Fibonacci. Dan sebelum harga melanjutkan trend nya, harga umumnya akan 'retrace' ke level Fibonacci yang telah tertembus tadi.

Dan dibawah ini adalah contoh retrace Fibonacci yang menyentuh tepat di level 38.2, baru kemudian harga melanjutkan trendnya keatas.

fibonacci pullback

CONTOH PADA KONDISI DOWNTREND

Pada contoh downtrend ini Saya menggunakan pair EUR/USD TF H4.

eurusd

Penerapan pada downtrend itu kebalikanya dari uptrend. Yaitu ketika harga retrace dari low ke high, kemungkinan besar harga akan retrace ke level level Fibonacci yang sudah ditarik sebelumnya.

Perhatikan gambar berikut.


Pada saat downtrend, harga mencoba kembali retrace ke level 0.50 Fibonacci, kemudian melanjutkan trend turunnya kembali.

Misalkan kita melakukan SELL LIMIT pada level 0.382 dan 0.50 sekaligus, maka kita akan mendapatkan profit dari 2 open posisi.

Akan tetapi perlu anda pahami juga bahwa harga tidak selalu retrace TEPAT di level Fibonacci. Terkadang melebihi sedikit, atau juga kurang sedikit.

Baik demikianlah cara menentukan OP menggunakan Level level retracement pada Fibonacci.

Salam Profit Konsisten :)

Kurniawan Trader

Saya adalah Full-Time Trader. Saya telah menggeluti Trading Forex lebih dari 4 tahun. Saat ini saya menggunakan teknik Scalping sebagai metode trading saya.

Tulis pertanyaan / kritik / saran anda disini..
EmoticonEmoticon