Bagaimana Cara Trading Menggunakan Support and Resistance?

trading dengan support resistance

Panduanscalping.com - Di artikel sebelumnya saya telah menjelaskan secara terperinci tentang dasar - dasar Support and Resistance (S&R). Jika anda belum membacanya, silahkan anda baca disini.

Sekarang setelah Anda mengetahui dasar-dasarnya, selanjutnya kita akan belajar untuk menerapkan S&R ini dalam trading.

Agar pembahasan ini lebih mudah dipahami, saya akan membagi materi support dan resistance ini menjadi dua sub pokok bahasan, yaitu Reject (Berbalik arah) dan Break (Tertembus).

PENGGUNAAN SUPPORT RESISTANCE DALAM TRADING


REJECT (Berbalik Arah)

Salah satu metode yang digunakan dalam mengaplikasikan S&R adalah melakukan OP pada saat harga berbalik arah di level S&R tersebut.

Namun masih banyak trader yang melakukan kesalahan dalam menempatkan level OP nya. Tidak sedikit trader yang melakukan OP tepat ketika harga menyentuh level S&R.

Mengapa hal tersebut saya katakan kurang tepat?

Sekarang begini, bagaimana kita tahu bahwa harga akan benar - benar berbalik arah ketika telah menyentuh level S&R tersebut?

Jawabannya, sulit sekali untuk mendapatkan jawaban yang tepat.

Untuk mempertinggi tingkat akurasi, dan meyakinkan bahwa harga akan benar - benar reject di area S&R tersebut, maka kita harus menunggu reaksi candle ketika menyentuh level S&R.

Apabila candle berbalik arah setelah menyentuh level S&R dengan close body, maka kita bisa melakukan OP tepat setelah penutupan candle tersebut.

Dibawah ini adalah contoh yang tepat untuk melakukan entry BUY menggunakan metode Reject pada S&R.
support resistance

Sedangkan berikut ini adalah contoh yang tepat untuk melakukan entry SELL menggunakan metode Reject pada S&R.
op short

Perhatikan pada kedua gambar diatas. OP dilakukan bukan pada titik S&R, melainkan dilakukan ketika candle telah berbalik arah beberapa pips.

BREAK (Tertembus)

Berbeda dengan reject, break berarti tertembus. Artinya candle secara jelas menembus level S&R.

Untuk rule break pada S&R, OP dilakukan tepat ketika candle telah menembus level S&R tersebut.

Berikut ini adalah contoh penempatan OP Sell menggunakan metode Break pada S&R.
Dengan merujuk pada penjalasan penempatan OP diatas, maka dapat disimpulkan bahwa OP dilakukan setelah candle secara jelas melewati / menembus level S&R beberapa pips.

CATATAN:
  • Sangat disarankan ketika anda trading menggunakan Support and Resistance, anda mengkombinasikannya dengan trend dan candle pattern, untuk memperoleh analisa yang lebih akurat.
  • Support and Resistance lebih valid (lebih direspond oleh market) ketika terjadi pada TF yang besar. Contoh: Daily, Weekly, dan Monthly.

Salam Profit Konsisten :)

Kurniawan Trader

Saya adalah Full-Time Trader. Saya telah menggeluti Trading Forex lebih dari 4 tahun. Saat ini saya menggunakan teknik Scalping sebagai metode trading saya.

Tulis pertanyaan / kritik / saran anda disini..
EmoticonEmoticon